Selain Malioboro, Ini Tempat Wisata Jogja Paling Hits yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan
Wisata Jogja

Selain Malioboro, Ini Tempat Wisata Jogja Paling Hits yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan

Kembali ke Blog Tim Dzawani 26 Agustus 2023 Wisata Jogja

Kota Jogja seringkali diidentikkan dengan Malioboro, tapi bagi kamu yang sudah menetap di sini sebagai mahasiswa atau pekerja, pasti ada kalanya merasa jenuh dengan hiruk-pikuk pusat kota tersebut. Jogja sebenarnya menyimpan banyak sudut lain yang jauh lebih menarik untuk dieksplorasi, mulai dari wisata perbukitan yang modern hingga sudut-sudut sejarah yang tersembunyi di gang sempit. Mengunjungi tempat-tempat ini bukan sekadar untuk mengisi feed media sosial, tapi juga menjadi cara ampuh untuk melepas penat setelah seminggu penuh berkutat dengan tugas kuliah atau pekerjaan kantor.

Menikmati Senja dari Ketinggian di Obelix Hills dan HeHa Ocean View

Kalau kamu mencari tempat yang menawarkan pemandangan luas dari ketinggian, kawasan perbukitan di Prambanan dan Gunungkidul adalah jawabannya. Obelix Hills yang terletak di Wukirharjo, Sleman, menjadi salah satu destinasi yang sedang sangat populer. Berbeda dengan Malioboro yang mengandalkan suasana jalanan, di sini kamu bisa duduk santai di atas bean bag sambil melihat pemandangan kota Jogja dari atas tebing purba. Waktu terbaik untuk datang adalah pukul 16.00 WIB supaya kamu bisa mendapatkan momen sunset tanpa harus terburu-buru.

Secara teknis, perjalanan menuju ke sana membutuhkan kendaraan yang prima karena tanjakannya cukup curam. Jika kamu menggunakan motor matic, pastikan rem dalam kondisi baik. Biaya masuknya berkisar antara Rp20.000 hingga Rp25.000 per orang. Di dalamnya terdapat banyak spot foto gratis, namun ada juga beberapa spot berbayar seperti Single Swing dengan tarif sekitar Rp30.000. Untuk kamu yang ingin hemat, cukup beli minuman ringan dan duduk di area terbuka sudah sangat memuaskan.

Selain itu, ada HeHa Ocean View di kawasan Bolang, Gunungkidul. Tempat ini menawarkan pemandangan laut selatan yang spektakuler dari atas tebing. Jaraknya memang cukup jauh, sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan dari pusat kota melewati Jalan Imogiri Barat atau Jalan Wonosari. Anggaran yang perlu kamu siapkan untuk tiket masuk sekitar Rp20.000, namun siapkan dana lebih untuk parkir dan camilan karena harga makanan di dalam area wisata cenderung lebih tinggi dibandingkan harga di warung biasa. Tips praktis: datanglah di hari kerja (weekdays) untuk menghindari antrean panjang di spot foto favorit.

Eksplorasi Sisi Estetik Tamansari dan Gang Sempit Kotagede

Bagi kamu yang lebih menyukai wisata budaya dan sejarah tanpa harus pergi terlalu jauh dari pusat kota, Tamansari adalah pilihan wajib. Terletak hanya sekitar 1 kilometer dari Alun-Alun Kidul, situs bekas pemandian sultan ini menawarkan arsitektur kuno yang sangat ikonik. Spot paling terkenal tentu saja Sumur Gumuling, sebuah masjid bawah tanah dengan arsitektur tangga yang saling bersilangan. Tiket masuk untuk wisatawan domestik sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp15.000, dengan biaya tambahan jika kamu membawa kamera profesional.

Agar kunjunganmu lebih bermakna, cobalah untuk menyewa jasa pemandu lokal yang biasanya berdiri di dekat pintu masuk. Tarifnya tidak dipatok secara kaku, namun biasanya orang memberi sekitar Rp50.000. Pemandu akan membantumu menemukan jalan di labirin bawah tanah dan menceritakan sejarah setiap sudut bangunan yang mungkin tidak kamu temukan di Google. Selain itu, mereka biasanya tahu sudut mana yang menghasilkan foto paling bagus tanpa terganggu kerumunan orang lain.

Bergeser sedikit ke arah timur kota, kamu akan menemukan Kotagede. Kawasan ini adalah pusat kerajaan Mataram Islam pertama. Jangan hanya berhenti di pasar atau toko peraknya saja. Masuklah ke gang-gang sempit di area "Between Two Gates". Di sana kamu akan melihat perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa pada rumah-rumah penduduk. Wisata di Kotagede ini hampir tanpa biaya alias gratis, kamu hanya perlu membayar parkir motor sebesar Rp2.000 di area depan. Ini adalah tempat terbaik untuk kamu yang hobi street photography atau sekadar ingin jalan-jalan santai di sore hari yang tenang.

Wisata Air Alami di Blue Lagoon dan Ledok Sambi

Jogja tidak hanya soal bangunan tua dan bukit, tapi juga mata air alami yang menyegarkan. Jika kamu merasa gerah dengan cuaca Jogja yang kadang sangat terik, pergilah ke arah utara menuju Blue Lagoon (Pemandian Tirta Budi) di Ngemplak, Sleman. Ini adalah kolam alami dengan air yang sangat jernih dan dingin yang berasal dari mata air langsung. Tiket masuknya hanya sekitar Rp15.000 dan kamu sudah mendapatkan minuman selamat datang serta akses ke area pemandian.

Langkah praktis jika ingin ke Blue Lagoon: bawalah baju ganti dan peralatan mandi sendiri karena fasilitas di sana cukup sederhana. Datanglah sepagi mungkin, sekitar pukul 08.00 WIB, saat air masih sangat tenang dan pengunjung belum terlalu banyak. Kamu bisa mencoba terjun dari ketinggian ke dalam kolam yang cukup dalam di beberapa titik, atau sekadar berendam di bagian yang dangkal.

Alternatif lain yang lebih santai untuk nongkrong adalah Ledok Sambi di Jalan Kaliurang KM 19. Tempat ini mengusung konsep wisata sungai di pinggir lembah. Yang menarik, pengelola tidak memungut biaya tiket masuk (bayar seikhlasnya di kotak yang tersedia), namun kamu dilarang membawa makanan dan minuman dari luar. Di sini kamu bisa menyewa tikar seharga Rp10.000 dan memesan kopi atau mendoan hangat sambil merendam kaki di aliran sungai yang dangkal. Ini adalah spot favorit mahasiswa untuk sekadar ngobrol santai atau bahkan mengerjakan tugas kuliah dengan suasana yang berbeda.

Pantai Wediombo: Surga Tersembunyi untuk Penikmat Ketenangan

Kalau kamu merasa Parangtritis sudah terlalu penuh, cobalah meluncur lebih jauh ke ujung timur Gunungkidul menuju Pantai Wediombo. Berbeda dengan pantai lainnya, Wediombo berbentuk teluk sehingga ombaknya cenderung lebih tenang di pinggir, namun tetap menantang bagi para peselancar di tengah. Di sisi kanan pantai, terdapat kolam alami yang terbentuk dari gugusan batu karang. Kamu bisa berenang di kolam ini saat air laut sedang surut dengan aman.

Perjalanan ke Wediombo memang cukup melelahkan, memakan waktu sekitar 2,5 jam dari kota Jogja. Estimasi biaya bensin untuk motor sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000 untuk perjalanan pulang-pergi. Namun, lelahmu akan terbayar karena pantai ini merupakan salah satu spot terbaik untuk melihat matahari terbenam secara langsung di cakrawala laut. Retribusi masuk kawasan pantai di Gunungkidul biasanya sekitar Rp10.000 per orang yang dibayar di pos utama sebelum masuk ke area pantai-pantai spesifik.

Bagi kamu yang memiliki jiwa petualang, Wediombo juga menyediakan area camping yang cukup luas. Kamu bisa menyewa tenda dari warga lokal dengan harga sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 tergantung kapasitas. Menghabiskan malam di pinggir pantai sambil membakar ikan yang bisa kamu beli langsung dari nelayan setempat adalah pengalaman yang jauh lebih berkesan daripada sekadar jalan-jalan di mal.

Langkah Praktis Sebelum Berangkat Wisata

Agar liburan singkatmu di Jogja berjalan lancar dan tidak menguras dompet secara tidak terduga, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Cek Kondisi Kendaraan: Medan menuju Gunungkidul atau area atas Sleman penuh dengan tanjakan dan turunan tajam. Pastikan ban, rem, dan lampu kendaraanmu dalam kondisi prima.
  • Siapkan Uang Tunai: Meskipun banyak tempat mulai menggunakan QRIS, beberapa pos retribusi desa dan parkir di pelosok Jogja masih hanya menerima uang tunai (cash). Siapkan pecahan Rp2.000, Rp5.000, dan Rp10.000 dalam jumlah cukup.
  • Pantau Cuaca via Aplikasi: Wisata luar ruangan (outdoor) di Jogja sangat bergantung pada cuaca. Jika di kota mendung, kemungkinan besar di area perbukitan sudah hujan. Cek aplikasi cuaca sebelum memutuskan berangkat jauh.
  • Gunakan Pakaian yang Tepat: Jika ke area utara (Kaliurang), bawa jaket karena udara cukup dingin. Jika ke area pantai, gunakan pakaian berbahan tipis yang menyerap keringat dan jangan lupa tabir surya.
  • Patuhi Norma Lokal: Selalu ingat bahwa banyak tempat wisata di Jogja dikelola oleh warga lokal. Jaga sopan santun, jangan membuang sampah sembarangan, dan hargai aturan adat yang berlaku di tempat tersebut.

Tertarik Ngekost di Dzawani?

Hubungi kami sekarang dan dapatkan info kamar terbaru.

Hubungi via WhatsApp

Artikel Terkait