Liburan ke Bali Jangan Lupa Mampir! Ubud Jadi Jujugan yang Pas untuk Hilangkan Penat
Wisata Jogja

Liburan ke Bali Jangan Lupa Mampir! Ubud Jadi Jujugan yang Pas untuk Hilangkan Penat

Kembali ke Blog Tim Dzawani 30 Agustus 2023 Wisata Jogja

Kalau kamu sudah mulai merasa jenuh dengan tumpukan tugas kuliah atau deadline pekerjaan yang tidak ada habisnya di Jogja, melipir sejenak ke Bali bisa jadi opsi paling masuk akal. Lupakan sejenak keramaian daerah Kuta atau Canggu yang padat. Untuk kamu yang benar-benar ingin mencari ketenangan dan udara segar, Ubud adalah tujuan yang tidak boleh dilewatkan. Kawasan ini menawarkan suasana yang sangat kontras dengan hiruk pikuk kota, di mana sejauh mata memandang hanya ada hamparan sawah hijau dan pepohonan rimbun.

Ubud bukan sekadar desa wisata biasa. Bagi banyak mahasiswa dan pekerja muda, tempat ini sering dianggap sebagai tempat "healing" terbaik karena ritme hidupnya yang lebih lambat. Kamu bisa bangun pagi tanpa suara bising knalpot, lalu jalan santai menikmati udara pegunungan yang masih bersih. Namun, supaya liburanmu tidak berakhir dengan kantong jebol atau malah semakin stres karena salah perencanaan, ada beberapa hal spesifik yang perlu kamu tahu sebelum berangkat ke sana.

Estimasi Biaya dan Transportasi dari Jogja ke Ubud

Perjalanan dari Jogja menuju Bali sekarang jauh lebih mudah dengan berbagai pilihan moda transportasi. Jika kamu punya budget lebih dan ingin cepat sampai, penerbangan langsung dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) ke Bandara Ngurah Rai (DPS) biasanya memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit. Harga tiket pesawat sekali jalan berkisar antara Rp800.000 hingga Rp1.200.000, tergantung seberapa jauh hari kamu memesan tiket.

Namun, kalau kamu sedang ingin berhemat ala mahasiswa, jalur darat adalah pilihan yang menantang sekaligus seru. Kamu bisa naik kereta api dari Stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Ketapang di Banyuwangi dengan biaya sekitar Rp94.000 (Kereta Sri Tanjung). Setelah itu, cukup menyeberang dengan feri seharga Rp10.000 dan melanjutkan perjalanan dengan bus atau travel menuju Denpasar. Dari Denpasar ke Ubud, kamu bisa menggunakan layanan transportasi online atau bus Trans Sarbagita dengan tarif yang sangat terjangkau, sekitar Rp3.500 hingga Rp10.000 saja.

Sesampainya di Ubud, moda transportasi yang paling disarankan adalah menyewa sepeda motor. Harga sewa motor matic seperti Vario atau Scoopy di Ubud berkisar antara Rp75.000 hingga Rp100.000 per hari. Jika kamu ingin motor yang lebih besar seperti NMAX, siapkan budget sekitar Rp150.000 per hari. Menggunakan motor akan jauh lebih efisien karena jalanan di Ubud cenderung sempit dan sering terjadi kemacetan di titik-titik tertentu pada jam makan siang.

Destinasi Alam yang Menenangkan Hati

Tujuan utama ke Ubud tentu saja mencari ketenangan. Ada tiga tempat ikonik yang wajib kamu kunjungi jika ingin merasakan atmosfer Ubud yang sesungguhnya tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya:

  • Campuhan Ridge Walk: Ini adalah jalur trekking ringan di atas bukit yang menyuguhkan pemandangan lembah hijau di kanan dan kiri. Waktu terbaik ke sini adalah pukul 06.00 pagi. Selain udara masih segar, kamu tidak akan kepanasan karena jalur ini tidak memiliki banyak pohon peneduh di bagian atasnya. Tidak ada tiket masuk alias gratis, kamu hanya perlu membayar parkir motor sekitar Rp2.000.
  • Tegalalang Rice Terrace: Sawah terasering ini adalah ikon Ubud. Masuk ke sini biasanya dikenakan biaya sekitar Rp25.000. Tips praktisnya: jangan hanya berfoto di pinggir jalan. Turunlah ke area persawahan, ikuti jalan setapaknya, dan rasakan sensasi berada di tengah sawah yang asri. Pastikan memakai sepatu yang nyaman karena medannya cukup licin jika habis hujan.
  • Monkey Forest Ubud: Tempat ini merupakan kawasan hutan lindung yang dihuni oleh ratusan monyet ekor panjang. Tiket masuk untuk wisatawan domestik sekitar Rp60.000 pada hari biasa. Selain melihat monyet, kamu bisa menikmati arsitektur pura yang kuno dan pohon-pohon raksasa yang membuat suasana terasa sangat mistis sekaligus tenang. Ingat, jangan membawa tas plastik atau memakai perhiasan yang mencolok agar tidak ditarik oleh monyet.

Kuliner Enak dengan Budget Terjangkau

Banyak yang mengira makan di Ubud itu mahal karena banyak turis asing. Padahal, jika kamu tahu tempatnya, kamu bisa makan enak dengan budget mahasiswa Jogja. Hindari restoran besar yang berada tepat di pinggir jalan utama (Jl. Raya Ubud) jika sedang ingin berhemat. Masuklah ke gang-gang kecil atau cari "Warung Makan" lokal.

Satu porsi Nasi Campur Ayam Bali di warung lokal biasanya dibanderol mulai dari Rp25.000 hingga Rp40.000. Kamu sudah mendapatkan nasi, ayam sisit, sayur urap, telur, dan sambal matah yang autentik. Untuk kamu yang ingin mencoba kopi sambil melihat pemandangan sawah, carilah kafe-kafe di area Jalan Tirta Tawar atau Jalan Suweta. Harga kopi susu di sana rata-rata Rp25.000 hingga Rp35.000, masih sangat masuk akal dibanding kafe hits di Jakarta atau Jogja.

Jika ingin merasakan pengalaman makan malam yang lebih seru tapi tetap murah, datanglah ke Pasar Malam Gianyar yang berjarak sekitar 20 menit dari pusat Ubud. Di sana terdapat berbagai pilihan makanan lokal mulai dari babi guling, sate lilit, hingga jajanan pasar dengan harga mulai dari Rp15.000 saja. Ini adalah cara terbaik untuk mencicipi kuliner Bali asli tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Tips Produktif: Work from Cafe di Ubud

Bagi kamu pekerja remote atau mahasiswa yang harus tetap mengerjakan revisi skripsi sambil liburan, Ubud adalah surganya coworking space dan kafe tenang. Banyak kafe di Ubud yang sudah menyediakan fasilitas Wi-Fi kencang dan colokan listrik di setiap meja. Area yang paling disarankan untuk mencari ketenangan saat bekerja adalah daerah Nyuh Kuning atau Penestanan.

Berbeda dengan kafe di Jogja yang mungkin sering berisik, kafe-kafe di pinggiran Ubud cenderung lebih tenang dengan suara latar alami berupa aliran sungai atau kicauan burung. Kamu bisa memesan satu cangkir teh atau kopi seharga Rp30.000 dan bisa duduk bekerja selama 2-3 jam dengan nyaman. Pastikan kamu membawa modem cadangan atau kartu SIM dengan sinyal kuat (Telkomsel biasanya paling stabil di sini) sebagai antisipasi jika Wi-Fi kafe sedang penuh pengguna.

Langkah Praktis Sebelum Berangkat

Supaya rencana liburanmu ke Ubud berjalan lancar, berikut adalah checklist praktis yang bisa kamu lakukan sekarang juga:

  • Pesan Penginapan di Pinggiran: Cari penginapan di area seperti Lodtunduh atau Sayayan. Harganya biasanya 30% lebih murah dibanding di pusat Ubud, dan suasananya jauh lebih tenang.
  • Siapkan Aplikasi Navigasi: Jalanan di Ubud banyak yang searah dan berupa gang kecil. Pastikan Google Maps kamu sudah terupdate agar tidak tersesat saat menggunakan motor.
  • Bawa Pakaian yang Menyerap Keringat: Meskipun Ubud terasa sejuk, berjalan kaki di antara sawah atau menaiki tangga di Tegalalang akan membuatmu berkeringat banyak. Gunakan bahan katun atau linen yang ringan.
  • Siapkan Uang Tunai Secukupnya: Meskipun banyak tempat sudah menerima QRIS, beberapa warung makan lokal dan biaya parkir di tempat wisata alam tetap memerlukan uang tunai pecahan kecil (Rp2.000 - Rp20.000).

Ubud adalah tempat di mana kamu bisa berhenti sejenak dari rutinitas yang melelahkan. Tidak perlu jadwal yang terlalu padat, cukup nikmati satu atau dua tempat dalam sehari agar kamu benar-benar bisa merasakan ketenangannya. Selamat merencanakan liburanmu!

Tertarik Ngekost di Dzawani?

Hubungi kami sekarang dan dapatkan info kamar terbaru.

Hubungi via WhatsApp

Artikel Terkait