Hoarding Disorder Anak Kost, Kenali Tandanya Sejak Dini

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Hoarding disorder anak kost menjadi salah satu pembahasan yang cukup ramai belakangan ini. Di mana perilaku ini berkaitan dengan menyimpan barang bekas atau bahkan sampah di dalam kamar kost. Gejala yang cukup wajar, membuat penyakit ini sulit untuk kita kenali sejak awal.

Perilaku hoarding disorder lebih sering hinggap pada orang yang punya gangguan obsesif-kompulsif. Gangguan obsesif-kompulsif merupakan kecemasan dari pikiran yang tidak terkendali, perilaku berulang, dan ketakutan pada sesuatu yang tidak ia inginkan.

Apa Itu Hoarding Disorder Anak Kost?

Hoarding Disorder Anak Kost, Kenali Tandanya Sejak Dini

Hoarding disorder artinya secara sederhana adalah sebuah perilaku yang gemar menimbun atau menyimpan barang, di mana penderitanya menganggap barang tersebut akan berguna di masa depan. Terutama untuk barang yang mengingatkan akan kenangan tertentu, seperti koran/majalah, aksesoris, bahkan pakaian bekas yang sudah rusak.

Tampak sederhana? Sebenarnya tidak, karena kalau perilaku ini terus berlangsung, satu kamar kost akan berubah menjadi mirip tempat pembuangan sampah. Barang-barang bekas yang kotor dan bau menumpuk, berserakan, dan sama sekali tidak rapi. Lebih parah lagi, untuk berjalan di kamar kost itu pun akan sangat kesulitan karena banyaknya barang-barang di sana.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami hoarding disorder adalah:

  1. Gejala gangguan mental, yang terpicu karena depresi, skizofrenia, atau obsesif-kompulsif.
  2. Masa lalu kehilangan barang berharga akibat bencana alam.
  3. Pernah mengalami kesulitan ekonomi dan kesendirian yang mendalam.
  4. Ditinggal oleh orang tersayang.
  5. Faktor genetik dari keluarga yang mengalami gangguan perilaku serupa.

Gejala Hoarding Disorder Anak Kost

Berdasarkan faktor penguat di atas, ada beberapa yang tampak saat seseorang terkena gejala ini. Kamu bisa menilai, apakah saat ini menyimpan barang dalam kategori wajar atau sudah tidak biasa. Mengetahui gejala lebih awal akan sangat membantu dalam penyembuhan.

  1. Gejala yang paling tampak adalah sulit untuk membuang barang yang sebenarnya tidak kamu lagi butuhkan.
  2. Merasa lebih nyaman saat berada jauh dari keluarga, teman, dan kerabat dekat lainnya.
  3. Marah jika ada orang lain membersihkan tempat tinggalnya (misalnya kamar tidur), penderita gejala ini melarang keras siapapun yang mau membersihkan tempatnya.
  4. Fungsi ruangan berkurang karena terlalu banyak barang yang disimpan.
  5. Ketika ada orang lain menyentuh barang yang ia simpan, penderita merasa sangat tertekan.
  6. Kesulitan mengambil keputusan untuk sesuatu yang bahkan sederhana.
  7. Cemas berlebih saat mencoba membuang barang.

Pengobatan Hoarding Disorder

Umumnya, proses pengobatan dan penyembuhan perilaku ini dengan psikoterapi. Kemudian juga pemberian obat jika mengalami gangguan lain seperti depresi dan gangguan kecemasan berlebih. Kedua pengobatan ini juga perlu penderita dukung dengan memiliki keinginan berubah ke arah lebih baik.

  1. Psikoterapi, berupa latihan kepada penderita yang berfokus pada menahan keinginan menimbun barang/sampah di ruangan. Pasien juga memperoleh dukungan untuk terlepas dari kebiasaan menimbun ini.
  2. Obat-obatan, umumnya merupakan obat jenis Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI), apalagi kalau ada gangguan mental yang lain.
  3. Dukungan dari dalam, misalnya dengan membuat tempat khusus berisi kategori barang (buang, simpan, daur ulang, dan sumbang).

Selain dari sisi kesehatan, kebiasaan menimbun barang dan sampah bisa mengakibatkan dampak yang besar dan lebih serius. Misalnya penyakit, produktivitas menurun, terjebak, sampai kebakaran. Sekian penjelasan hoarding disorder anak kost serta gejala dan pengobatannya. Semoga membantu, ya!

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pesan sekarang sebelum kehabisan!

Hubungi admin Zaza disini, survei lokasi dan dapatkan Kost Mewah Ramah di Dzawani